Hotel Dekat Bandara Yogyakarta: Pengalaman Saya Menginap di Novotel YIA Naik Grand Civic 90 Saat Suami Ikut Event Lari
Mencari hotel dekat Bandara Yogyakarta ternyata tidak sesederhana memilih yang jaraknya paling dekat. Saya baru menyadarinya ketika suami mengikuti sebuah event lari di kawasan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Karena acara dimulai pagi-pagi
sekali, kami sepakat berangkat sehari lebih awal. Selain tidak ingin
terburu-buru, perjalanan ini juga menjadi alasan yang menyenangkan untuk
mengajak Grand Civic 1990 kesayangan kami menikmati road trip menuju Kulon
Progo, Yogyakarta.
Banyak orang mungkin memilih
hotel transit yang murah karena hanya menginap semalam. Namun, saya justru
ingin tempat yang membuat kami bisa beristirahat dengan nyaman sebelum
aktivitas dimulai keesokan harinya.
Pilihan kami akhirnya jatuh
pada Novotel Yogyakarta International Airport Kulon Progo. Setelah menginap di
sana, saya merasa keputusan tersebut tepat. Telebih Novote menjadi salah satu sponsor dari event tersebut. Pastinya vibesnya akan berbeda. Kalau Kamu sedang mencari hotel
dekat Bandara YIA, semoga pengalaman saya ini bisa membantumu menentukan
pilihan.
![]() |
| Lobi Novotel Yogyakarta (dok.pribadi) |
Mengapa Menginap Semalam Sebelum Aktivitas di YIA Sangat Membantu?
Kalau pernah mengejar
penerbangan pagi atau mengikuti acara yang dimulai sejak subuh, Kamu pasti tahu
rasanya.
Berangkat dari pusat Kota
Yogyakarta menuju YIA membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam, tergantung
kondisi lalu lintas. Daripada harus bangun tengah malam dan berkendara dalam
keadaan mengantuk, saya lebih memilih menikmati perjalanan santai sehari sebelumnya.
Road trip menggunakan mobil
tua juga punya ritmenya sendiri. Kami tidak terburu-buru. Sesekali berhenti
menikmati pemandangan, lalu melanjutkan perjalanan menuju hotel.
Bagi saya, menginap dekat
bandara bukan sekadar soal jarak. Yang lebih penting adalah memulai hari esok
dengan tubuh yang segar.
Datang Naik Grand Civic 90, Ternyata Rasanya Tetap Nyaman
Ada satu hal yang mungkin
terdengar sepele.
Sebagai pemilik mobil tua,
saya sering merasa sedikit canggung ketika memasuki hotel berbintang. Area
parkir biasanya dipenuhi SUV baru, mobil listrik, atau sedan premium.
Grand Civic 90 kami memang tidak semewah itu.
Namun sesampainya di Novotel,
perasaan tersebut langsung hilang. Area drop-off terasa lega, akses menuju
parkiran mudah diikuti, dan suasananya tidak membuat saya merasa "salah
tempat".
Justru saya menikmati momen
ketika Grand Civic hijau muda metalik itu terparkir di antara mobil-mobil modern.
Ada rasa bangga karena mobil yang usianya lebih dari tiga dekade masih mampu
membawa kami melakukan perjalanan sejauh ini tanpa drama.
Kalau Kamu juga suka road trip
menggunakan mobil klasik atau mobil tua, menurut saya hotel ini cukup ramah
untuk kendaraan pribadi.
Hotel Bandara yang Tidak Terasa Seperti Hotel Transit
Salah satu hal yang paling
saya sukai adalah suasana hotelnya.
Sering kali hotel dekat
bandara identik dengan tempat singgah: datang malam, tidur, lalu check-out
pagi.
Novotel memberikan kesan yang
berbeda.
Begitu masuk ke lobi,
suasananya terasa lebih santai daripada terburu-buru. Interior modern dipadukan
pencahayaan hangat membuat hotel ini terasa seperti tempat untuk berlibur
singkat, bukan sekadar transit. Hotel ini juga memiliki fasilitas seperti kolam
renang, pusat kebugaran, restoran, dan spa sehingga tamu yang menginap lebih
dari semalam tetap bisa menikmati waktu bersantai.
Kalau punya waktu luang, saya
bahkan merasa satu malam di sini masih kurang.
Lokasinya Dekat Bandara, Tetapi Tidak Bising
Inilah yang menurut saya
menarik.
Meskipun termasuk hotel dekat
Bandara Yogyakarta, suasana di sekitar hotel relatif tenang.
Kami bisa beristirahat tanpa
terganggu suara pesawat yang lalu lalang. Untuk saya yang memang sulit tidur
jika terlalu berisik, ini menjadi nilai tambah.
Jarak menuju terminal YIA juga
hanya sekitar 10 menit berkendara sehingga pagi harinya kami tidak perlu
terburu-buru.
![]() |
Berapa Budget Menginap di Novotel YIA?
Kalau berbicara soal harga,
menurut saya hotel ini berada di kategori menengah ke atas.
Berdasarkan kisaran tarif
terbaru, kamar Superior biasanya berada di rentang Rp500.000–Rp700.000 per
malam pada hari biasa. Saat akhir pekan, musim liburan, atau ketika ada event
besar, tarifnya bisa berada di kisaran Rp700.000–Rp1.000.000.
Sementara tipe Executive atau
Junior Suite umumnya berada di kisaran Rp900.000 hingga Rp1,3 juta per malam.
Menurut saya, harga tersebut
masih sepadan apabila prioritasmu adalah kenyamanan, kualitas tidur, dan akses
cepat menuju Bandara YIA.
Apa yang Membuat Novotel Layak Dipilih?
Selama menginap, ada beberapa
hal yang menurut saya menjadi alasan mengapa hotel ini layak dipertimbangkan.
Pertama,
lokasinya sangat strategis bagi siapa saja yang memiliki penerbangan pagi atau
mengikuti acara di sekitar bandara.
Kedua,
suasananya terasa lebih premium dibandingkan hotel transit biasa.
Ketiga,
fasilitasnya lengkap sehingga kalau ternyata penerbanganmu berubah jadwal atau
ingin memperpanjang waktu menginap, Kamu tetap bisa menikmati hotel tanpa
merasa bosan.
Terakhir, saya menyukai
pelayanan staf yang ramah sejak proses check-in hingga check-out. Hal-hal kecil
seperti ini sering kali membuat pengalaman menginap terasa lebih menyenangkan.
Kekurangan yang Menurut Saya Perlu Dipertimbangkan
Tidak ada hotel yang
benar-benar sempurna.
Kalau tujuan utamamu adalah
wisata Malioboro setiap malam, lokasi Novotel mungkin terasa cukup jauh.
Begitu juga jika Kamu memiliki
budget di bawah Rp500 ribu per malam. Ada beberapa hotel lain di sekitar
bandara yang lebih ekonomis.
Selain itu, kawasan sekitar
hotel memang lebih tenang dibanding pusat Kota Yogyakarta. Jadi jangan berharap
menemukan banyak pilihan tempat nongkrong dalam jarak berjalan kaki.
Alternatif Hotel Dekat Bandara Yogyakarta
Kalau Novotel penuh atau belum
sesuai budget, masih ada beberapa pilihan hotel lain yang lokasinya sama-sama
dekat dengan YIA.
ibis Yogyakarta International
Airport Kulon Progo, cocok untuk Kamu yang mencari hotel modern dengan harga
lebih hemat namun tetap dekat bandara.
Cordia Hotel Yogyakarta
International Airport, pilihan menarik bagi penumpang transit karena berada di
area bandara dan sangat praktis untuk penerbangan pagi.
Kalau mengutamakan kenyamanan
untuk menginap semalam sebelum perjalanan panjang, saya pribadi tetap lebih
memilih Novotel.
Siapa yang Cocok Menginap di Sini?
Menurut saya, hotel ini sangat
cocok untuk:
·
Peserta event di kawasan Bandara YIA.
·
Wisatawan dengan penerbangan pagi atau malam.
·
Keluarga yang ingin menghindari perjalanan dini
hari.
·
Road trip menggunakan kendaraan pribadi.
·
Pasangan yang ingin staycation singkat di area
Kulon Progo.
·
Pekerja yang membutuhkan hotel nyaman untuk
workation singkat.
Apakah Saya Akan Menginap Lagi?
Jawaban saya: iya.
Kalau suatu hari nanti suami
kembali mengikuti event lari di sekitar Bandara YIA atau kami harus mengejar
penerbangan pagi, Novotel kemungkinan besar akan menjadi pilihan pertama.
Bukan hanya karena lokasinya
dekat bandara, tetapi karena pengalaman menginapnya benar-benar membuat
perjalanan terasa lebih santai.
Dan yang paling saya ingat
justru bukan kemewahan hotelnya, melainkan momen sederhana ketika Grand Civic
90 kami terparkir di halaman hotel setelah menempuh perjalanan jauh. Rasanya
seperti mengingatkan bahwa road trip bukan soal kendaraan paling baru, melainkan
cerita yang kita bawa di sepanjang perjalanan.
Kalau Kamu sedang mencari
hotel dekat Bandara Yogyakarta yang nyaman untuk transit, road trip, atau
sekadar ingin memulai perjalanan tanpa terburu-buru, Novotel Yogyakarta
International Airport layak masuk daftar pertimbanganmu.


Posting Komentar untuk "Hotel Dekat Bandara Yogyakarta: Pengalaman Saya Menginap di Novotel YIA Naik Grand Civic 90 Saat Suami Ikut Event Lari"
Posting Komentar