Cara Membangun Kebiasaan Membaca Buku untuk Pemula agar Tidak Cepat Bosan
Pernah ingin menjadi orang yang rajin membaca buku, tetapi setiap kali membeli buku baru, ujung-ujungnya buku itu hanya tersimpan di rak?
Aku pernah mengalaminya juga.
Ada masa ketika aku merasa ingin membaca lebih banyak buku. Aku membeli buku yang menurutku menarik, menyimpannya dengan rapi, bahkan sudah membayangkan akan punya waktu khusus untuk membaca.
Tapi kenyataannya tidak selalu begitu.
Kadang baru membaca beberapa halaman, aku sudah ingin membuka HP. Kadang sudah beberapa hari tidak menyentuh buku. Ada juga buku yang akhirnya tidak selesai karena ternyata aku tidak terlalu tertarik dengan isinya.
Dari situ aku belajar bahwa membangun kebiasaan membaca buku bukan sekadar soal punya banyak buku atau memaksa diri membaca setiap hari.
Yang lebih penting adalah menemukan cara membaca yang bisa kamu jalani dalam kehidupan sehari-hari.
Kalau kamu sedang ingin mulai rajin membaca tetapi bingung harus mulai dari mana, kamu tidak perlu langsung memasang target membaca puluhan buku dalam setahun.
Kita mulai dari hal yang jauh lebih sederhana.
![]() |
| Ilustrasi by ChatGPT |
Kenapa Membaca Buku Terasa Sulit bagi Pemula?
Sebelum membahas cara membangun kebiasaan membaca, menurutku penting untuk memahami kenapa membaca sering terasa sulit.
Bisa jadi masalahnya bukan karena kamu malas membaca.
1. Kamu terlalu memaksakan target membaca
Salah satu kesalahan yang cukup umum adalah langsung membuat target yang terlalu besar.
Misalnya, kamu menetapkan target membaca satu buku setiap minggu.
Awalnya mungkin terasa menyenangkan. Kamu membaca dengan semangat karena ingin mencapai target.
Namun ketika pekerjaan sedang banyak, badan lelah, atau ada urusan lain, target tersebut mulai terasa seperti kewajiban.
Akhirnya membaca yang seharusnya menjadi aktivitas menyenangkan justru terasa seperti tugas.
Padahal, tidak ada aturan bahwa seseorang harus membaca sekian halaman atau sekian buku agar bisa disebut sebagai pembaca.
Kalau saat ini kamu baru mampu membaca lima halaman sehari, itu tetap sebuah kebiasaan membaca.
2. Kamu memilih buku hanya karena sedang populer
Buku yang sedang ramai dibicarakan belum tentu cocok untukmu.
Aku juga merasa bahwa buku bisa datang pada waktu yang berbeda dalam hidup kita.
Ada buku yang dulu terasa biasa saja, tetapi beberapa tahun kemudian justru terasa sangat relevan.
Karena itu, ketika ingin membangun kebiasaan membaca, cobalah memilih buku berdasarkan rasa ingin tahu atau kebutuhanmu sendiri.
Sedang penasaran tentang kebiasaan?
Cari buku tentang habit.
Sedang ingin memahami diri sendiri?
Cari buku tentang psikologi, mindfulness, atau self-development.
Sedang ingin belajar mengatur uang?
Cari buku tentang keuangan pribadi.
Membaca akan terasa lebih mudah ketika kamu memang punya alasan untuk ingin mengetahui isinya.
3. Kamu menganggap sebuah buku harus selalu diselesaikan
Ini juga bisa menjadi jebakan.
Kita sering merasa bersalah kalau tidak menyelesaikan sebuah buku.
Padahal, tidak semua buku harus kamu tamatkan.
Kalau setelah membaca beberapa bab kamu merasa buku tersebut tidak relevan, kamu boleh berhenti.
Tentu saja ada perbedaan antara menyerah karena bukunya membutuhkan sedikit usaha dan berhenti karena memang isinya tidak sesuai kebutuhanmu.
Namun kamu tidak perlu menganggap setiap buku yang tidak selesai sebagai kegagalan.
Waktu dan perhatianmu juga berharga.
4. Kamu terlalu mudah terdistraksi
Membaca membutuhkan perhatian.
Masalahnya, HP membuat perhatian kita mudah berpindah.
Baru membaca dua halaman, muncul notifikasi.
Kita membuka HP sebentar.
Lalu melihat satu video.
Kemudian membuka media sosial.
Tanpa sadar, 30 menit sudah berlalu.
Kalau kamu mengalami hal seperti ini, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa kamu tidak suka membaca.
Mungkin kamu hanya perlu membuat lingkungan yang lebih mendukung untuk membaca.
Cara Membangun Kebiasaan Membaca Buku dari Nol
Kalau kamu benar-benar ingin mulai membiasakan diri membaca, berikut beberapa cara sederhana yang bisa kamu coba.
Kamu tidak perlu menjalankan semuanya sekaligus.
Pilih yang paling mudah dilakukan terlebih dahulu.
1. Mulai dari buku yang benar-benar ingin kamu baca
Jangan memulai kebiasaan membaca dengan buku yang kamu pikir "seharusnya" kamu baca.
Mulailah dari buku yang membuatmu penasaran.
Menurutku, rasa penasaran adalah bahan bakar yang bagus untuk membangun kebiasaan membaca.
Kalau kamu sedang tertarik dengan mindfulness, misalnya, kamu bisa mencari buku yang membahas mindfulness.
Kalau kamu sedang ingin memperbaiki kebiasaan, pilih buku tentang habit.
Kalau kamu sedang berada di fase ingin memahami diri sendiri, pilih buku yang pembahasannya terasa dekat dengan pertanyaan yang sedang kamu pikirkan.
Kamu tidak sedang mengikuti ujian.
Tidak ada daftar buku wajib yang harus kamu selesaikan.
2. Mulai dengan membaca 5–10 menit sehari
Kalau sekarang kamu hampir tidak pernah membaca, jangan langsung memaksa diri membaca satu jam setiap hari.
Coba lima menit.
Atau sepuluh menit.
Tujuan awalnya bukan menyelesaikan banyak halaman.
Tujuan awalnya adalah membentuk hubungan antara dirimu dan aktivitas membaca.
Misalnya, setiap malam sebelum tidur kamu membaca selama 10 menit.
Setelah beberapa waktu, membaca mulai menjadi bagian dari rutinitas tersebut.
Kalau suatu hari kamu ingin membaca lebih lama, tentu saja boleh.
Tetapi kamu tidak harus melakukannya setiap hari.
3. Tentukan waktu membaca yang realistis
Kebiasaan lebih mudah dibangun ketika dikaitkan dengan rutinitas yang sudah ada.
Misalnya:
setelah minum kopi pagi
setelah sarapan
sebelum tidur
setelah selesai bekerja
saat menunggu seseorang
ketika sedang duduk santai
Aku lebih suka konsep seperti ini daripada menetapkan waktu membaca yang terlalu ideal tetapi sulit dilakukan.
Misalnya kamu mengatakan, "Aku akan membaca satu jam setiap pagi pukul 05.00."
Padahal selama ini kamu selalu bangun pukul 06.30.
Kemungkinan besar kebiasaan itu akan sulit bertahan.
Coba cari waktu yang memang tersedia dalam kehidupanmu sekarang.
4. Letakkan buku di tempat yang mudah terlihat
Ini sederhana, tetapi cukup membantu.
Kalau buku tersimpan jauh di dalam lemari, kamu harus melakukan satu langkah tambahan untuk mengambilnya.
Kalau buku ada di meja, tempat tidur, atau tempat yang biasa kamu duduki, kemungkinan kamu untuk mengambil dan membacanya menjadi lebih besar.
Aku juga suka meninggalkan buku yang sedang kubaca di tempat yang mudah terlihat.
Ketika melihatnya, aku jadi teringat bahwa masih ada beberapa halaman yang ingin kubaca.
5. Jauhkan HP ketika sedang membaca
Kalau kamu ingin membaca dengan lebih fokus, coba beri dirimu waktu tanpa HP.
Tidak harus lama.
Sepuluh menit saja sudah cukup untuk memulai.
Kamu bisa mengaktifkan mode jangan ganggu, mematikan notifikasi, atau meletakkan HP di tempat yang tidak mudah dijangkau.
Aku sendiri merasa bahwa kadang masalahnya bukan bukunya yang membosankan.
HP saja yang terlalu menarik perhatian.
6. Jangan memaksakan diri menyelesaikan buku yang tidak cocok
Tidak menyelesaikan buku bukan berarti kamu gagal menjadi pembaca.
Ada buku yang bagus tetapi tidak cocok untuk kita.
Ada juga buku yang sebenarnya menarik, tetapi dibaca pada waktu yang kurang tepat.
Kamu boleh menyimpan buku tersebut dan kembali membacanya di lain waktu.
Kalau ternyata tetap tidak cocok, tidak apa-apa.
Kamu tidak perlu menyelesaikan semua buku yang pernah kamu mulai.
7. Tandai bagian yang menarik
Membaca akan terasa lebih personal kalau kamu berinteraksi dengan isi buku.
Kamu bisa menggunakan sticky notes, memberi highlight, atau menuliskan catatan kecil.
Tidak perlu membuat catatan yang panjang.
Kalau ada satu kalimat yang membuatmu berhenti dan berpikir, tandai.
Kalau ada sebuah ide yang ingin kamu coba dalam kehidupan sehari-hari, catat.
Kalau ada bagian yang mengingatkanmu pada pengalaman pribadi, kamu juga bisa menuliskannya.
Menurutku, di sinilah membaca mulai menjadi lebih dari sekadar kegiatan memindahkan mata dari satu baris ke baris berikutnya.
Kamu mulai berdialog dengan isi buku.
8. Ceritakan kembali apa yang kamu baca
Setelah selesai membaca beberapa halaman, coba tanyakan kepada dirimu:
"Aku baru saja membaca tentang apa?"
Tidak perlu menjelaskan seperti sedang membuat resensi buku.
Cukup ceritakan dengan bahasamu sendiri.
Misalnya:
"Ternyata kebiasaan kecil lebih mudah dipertahankan daripada perubahan besar yang langsung dipaksakan."
Atau:
"Aku baru sadar kalau selama ini aku sering mengatakan iya karena takut mengecewakan orang."
Satu atau dua kalimat seperti itu sudah cukup.
Kamu juga bisa menuliskannya di jurnal, membicarakannya dengan pasangan atau teman, atau menjadikannya ide tulisan.
9. Jangan mengejar jumlah buku
Target membaca bisa menyenangkan bagi sebagian orang.
Namun kalau angka justru membuatmu stres, kamu tidak harus menggunakannya.
Menurutku, pertanyaan yang lebih menarik daripada:
"Sudah berapa buku yang aku baca?"
adalah:
"Apa yang berubah dalam cara berpikirku setelah membaca?"
Satu buku yang membuatmu melihat sesuatu dari perspektif berbeda bisa memberikan dampak yang jauh lebih lama daripada sepuluh buku yang kamu selesaikan hanya karena ingin mengejar target.
10. Buat target yang kecil tetapi terukur
Kalau kamu tetap suka target, buatlah target yang realistis.
Misalnya:
membaca 5 halaman sehari
membaca 10 menit sehari
membaca satu bab setiap akhir pekan
menyelesaikan satu buku dalam satu bulan
Kamu bisa menaikkan target secara perlahan ketika sudah merasa nyaman.
Tidak perlu terburu-buru.
Bagaimana Cara Memilih Buku untuk Pemula?
Setelah memutuskan ingin rajin membaca, muncul pertanyaan berikutnya:
"Aku harus membaca buku apa?"
Jawabannya tidak harus dimulai dari buku yang paling populer.
Cobalah beberapa cara berikut.
Pilih buku berdasarkan masalah yang sedang kamu hadapi
Menurutku, ini salah satu cara paling mudah.
Tanyakan kepada dirimu:
"Saat ini aku sedang ingin memahami apa?"
Misalnya:
| Yang sedang kamu cari | Jenis buku yang bisa dicoba |
|---|---|
| Ingin membangun kebiasaan | Habit & productivity |
| Sering overthinking | Mindfulness & psikologi populer |
| Ingin lebih mengenal diri | Self-development |
| Ingin belajar mengatur uang | Personal finance |
| Ingin memahami hubungan | Relationship & psychology |
| Ingin hidup lebih sederhana | Minimalism & mindful living |
Dengan begitu, buku tidak terasa seperti bahan bacaan acak.
Ada alasan kenapa kamu ingin membacanya.
Pilih buku dengan tingkat kesulitan yang sesuai
Tidak ada yang salah dengan membaca buku yang ringan.
Kalau kamu baru mulai membaca, buku dengan bahasa yang mudah dipahami justru bisa membantu membangun kepercayaan diri.
Nanti ketika kebiasaanmu sudah terbentuk, kamu bisa mencoba buku yang lebih kompleks.
Membaca bukan perlombaan untuk menunjukkan seberapa berat buku yang bisa kamu selesaikan.
Baca sinopsis dan beberapa halaman sebelum membeli
Kalau memungkinkan, lihat dulu contoh halaman bukunya.
Perhatikan gaya bahasa dan cara penulis menjelaskan sesuatu.
Apakah kamu nyaman membacanya?
Apakah topiknya memang membuatmu penasaran?
Apakah kamu ingin mengetahui halaman berikutnya?
Kalau jawabannya iya, kemungkinan kamu akan lebih menikmati proses membacanya.
Berapa Lama Membaca Buku Setiap Hari?
Tidak ada durasi yang wajib.
Kamu bisa mulai dari 5–10 menit.
Kalau sudah terbiasa, mungkin kamu akan membaca 20 menit tanpa merasa terbebani.
Di hari lain, mungkin hanya sempat membaca dua halaman.
Tidak masalah.
Kebiasaan membaca tidak harus selalu memiliki durasi yang sama.
Yang ingin kamu bangun adalah konsistensi untuk kembali membaca.
Kalau suatu hari kamu tidak membaca, jangan berpikir:
"Aku gagal mempertahankan kebiasaan."
Cukup baca lagi ketika ada kesempatan.
Satu hari terlewat tidak menghapus kebiasaan yang sudah kamu bangun sebelumnya.
Contoh Rutinitas Membaca Buku untuk Pemula
Kalau kamu bingung harus mulai dari mana, kamu bisa mencoba pola sederhana selama empat minggu.
| Minggu | Target |
|---|---|
| Minggu 1 | 5 menit per hari |
| Minggu 2 | 10 menit per hari |
| Minggu 3 | 10–15 menit per hari |
| Minggu 4 | 15–20 menit per hari |
Tetapi ini bukan aturan yang harus kamu ikuti.
Kalau lima menit masih terasa berat, tetap lakukan lima menit.
Kalau setelah minggu pertama kamu sudah nyaman membaca 15 menit, kamu juga tidak perlu menunggu minggu ketiga.
Intinya adalah menyesuaikan kebiasaan dengan kehidupanmu.
Contohnya bisa seperti ini:
Pagi: membaca 5 halaman sambil minum kopi.
Siang: membaca beberapa halaman ketika sedang menunggu.
Malam: membaca selama 10 menit sebelum tidur.
Kamu tidak harus menyediakan satu jam khusus untuk membaca.
Kadang kebiasaan tumbuh dari potongan-potongan waktu kecil.
Bagaimana Kalau Sudah Lama Tidak Membaca?
Mulai lagi.
Sesederhana itu.
Kamu tidak perlu merasa tertinggal karena sudah lama tidak membaca.
Tidak perlu membeli lima buku baru untuk "memulai kembali".
Ambil satu buku yang sudah kamu punya.
Buka halaman terakhir yang kamu baca.
Kalau sudah lupa isinya, baca ulang beberapa halaman.
Kalau ternyata kamu sudah tidak tertarik dengan buku tersebut, pilih buku lain.
Yang penting bukan seberapa lama kamu pernah berhenti.
Yang penting adalah kapan kamu mulai lagi.
Haruskah Membaca Buku Setiap Hari?
Tidak harus.
Kalau kamu bisa membaca setiap hari dan menikmatinya, bagus.
Tetapi kebiasaan membaca juga bisa dibangun dengan jadwal yang berbeda.
Misalnya:
Senin sampai Jumat membaca 10 menit
Sabtu membaca lebih lama
Minggu bebas
Atau kamu hanya membaca beberapa kali dalam seminggu.
Cari pola yang bisa bertahan dalam kehidupanmu.
Aku justru lebih menyukai kebiasaan yang realistis daripada rutinitas sempurna yang hanya bertahan selama beberapa hari.
Membaca Buku Bukan Kompetisi
Kadang dunia membaca juga bisa membuat kita tanpa sadar membandingkan diri.
Ada orang yang bisa membaca 50 buku setahun.
Ada yang membaca 100 buku.
Ada yang setiap bulan membagikan daftar buku yang sudah selesai.
Bagus untuk mereka.
Tetapi kamu tidak harus mengikuti ritme yang sama.
Kalau kamu baru bisa membaca satu buku dalam beberapa bulan, tidak ada yang salah dengan itu.
Kamu tetap membaca.
Kalau satu halaman membuatmu berpikir tentang sesuatu yang penting dalam hidupmu, halaman itu tetap berharga.
Kalau satu buku membutuhkan waktu tiga bulan untuk selesai karena kamu membacanya perlahan, buku tersebut tidak menjadi kurang berarti.
Membaca seharusnya tidak membuatmu merasa terus-menerus tertinggal.
Bagaimana Membuat Membaca Menjadi Kebiasaan yang Menyenangkan?
Selain membangun rutinitas, kamu juga bisa membuat pengalaman membaca terasa lebih menyenangkan.
Ciptakan tempat membaca yang nyaman
Tidak harus punya reading corner yang cantik.
Kursi yang nyaman, pencahayaan yang cukup, segelas minuman, dan buku yang menarik sudah cukup.
Gunakan sticky notes
Kalau kamu suka menandai buku, gunakan warna berbeda untuk kategori tertentu.
Misalnya:
ide menarik
kutipan
hal yang ingin dicoba
sesuatu yang ingin dipelajari lebih lanjut
Buat reading journal
Kamu tidak perlu menulis resensi panjang.
Cukup tulis:
Judul buku:
Tanggal mulai:
Hal yang paling menarik:
Satu hal yang ingin aku terapkan:
Perasaanku setelah membaca:
Dengan begitu, kamu bisa melihat kembali perjalanan membacamu.
Baca buku sesuai suasana hati
Tidak selalu harus membaca buku yang sama.
Kadang kamu ingin membaca sesuatu yang serius.
Kadang ingin membaca sesuatu yang ringan.
Kadang ingin belajar.
Kadang hanya ingin menikmati cerita.
Menurutku, tidak apa-apa.
Bagaimana Agar Tidak Cepat Bosan Membaca Buku?
Kalau kamu mudah bosan, coba beberapa hal berikut.
Ganti genre
Kamu tidak harus membaca satu jenis buku terus-menerus.
Setelah membaca buku self-development yang cukup berat, kamu bisa berpindah ke novel atau buku yang lebih ringan.
Ganti format
Kalau memungkinkan, kamu bisa mencoba buku fisik, ebook, atau audiobook.
Jangan membaca terlalu lama
Berhenti ketika konsentrasimu mulai menurun.
Kamu tidak harus menyelesaikan satu bab dalam satu kali duduk.
Pilih buku yang sedang relevan dengan hidupmu
Ini salah satu hal yang menurutku paling penting.
Ketika isi buku terasa berhubungan dengan apa yang sedang kamu alami, rasa ingin tahumu biasanya ikut meningkat.
Apa yang Bisa Dilakukan Setelah Selesai Membaca Buku?
Jangan langsung berpikir bahwa selesai membaca berarti selesai semuanya.
Coba tanyakan tiga hal:
Apa yang baru aku pelajari?
Bagian mana yang paling mengena untukku?
Apakah ada satu hal yang ingin aku coba dalam kehidupan sehari-hari?
Kamu tidak harus menerapkan seluruh isi buku.
Satu ide saja sudah cukup.
Misalnya kamu membaca buku tentang kebiasaan dan menemukan satu metode yang menurutmu masuk akal.
Coba selama seminggu.
Lihat apakah cocok untukmu.
Dengan begitu, membaca tidak berhenti di halaman terakhir.
Ada sesuatu yang ikut dibawa ke kehidupan sehari-hari.
Tidak Semua Buku Harus Mengubah Hidupmu
Aku juga merasa kita kadang memberi beban terlalu besar kepada buku.
Seolah-olah setiap buku harus memberikan pelajaran besar.
Padahal, ada buku yang cukup membuat kita berpikir.
Ada yang menemani ketika kita sedang berada dalam fase tertentu.
Ada yang membuat kita merasa tidak sendirian.
Ada juga buku yang setelah selesai dibaca ternyata tidak terlalu berkesan.
Itu semua bagian dari pengalaman membaca.
Kamu tidak harus mendapatkan "pelajaran hidup" dari setiap buku.
Kadang membaca hanya berarti duduk sebentar, meninggalkan layar, dan memberikan ruang bagi pikiran untuk bekerja dengan lebih tenang.
Jadi, Bagaimana Cara Mulai Membaca Hari Ini?
Kalau setelah membaca artikel ini kamu masih bingung harus mulai dari mana, jangan membuat rencana yang terlalu rumit.
Ambil satu buku.
Pilih buku yang memang ingin kamu baca.
Kemudian baca lima halaman.
Tidak perlu satu bab.
Tidak perlu 30 menit.
Lima halaman saja.
Besok, baca lagi.
Kalau suatu hari kamu hanya sempat membaca dua halaman, tidak masalah.
Kalau suatu hari kamu membaca sampai 20 halaman karena sedang menikmati bukunya, silakan lanjutkan.
Pelan-pelan saja.
Karena menurutku, membangun kebiasaan membaca bukan tentang bagaimana caranya menghabiskan sebanyak mungkin buku.
Ini tentang membuat membaca menjadi bagian kecil dari kehidupan yang ingin kamu jalani.
Dan mungkin, suatu hari nanti kamu akan mengambil buku bukan karena merasa harus membaca, tetapi karena memang ingin membaca.
Mulai dari lima halaman hari ini.

Posting Komentar untuk "Cara Membangun Kebiasaan Membaca Buku untuk Pemula agar Tidak Cepat Bosan"
Posting Komentar